Memuat hari ini dalam Kalender Jawa...
ꦥꦼꦠꦸꦁꦮꦫꦶꦱ꧀

Petung Waris

Rujukan budaya untuk menata rembug warisan, amanah keluarga, dokumen, tanggungan, dan pusaka secara rukun.

Tanggal Rembug
Tanda Risiko yang Ada

Hasil Petung Waris bukan nasihat hukum, bukan fatwa agama, bukan keputusan notaris/PPAT, bukan nasihat pajak, dan bukan nasihat finansial. Untuk pembagian waris nyata, ikuti hukum dan agama yang berlaku, dokumen sah, musyawarah keluarga, serta pendampingan tokoh agama, notaris/PPAT, pengacara, atau ahli terkait.

Apa Itu Petung Waris?

Petung Waris membantu keluarga membaca suasana rembug warisan dari sisi budaya Jawa: rukun, terang, ora grusa-grusu, dan ngelingi tanggungan keluarga.

Halaman ini tidak menghitung bagian hukum, persentase waris, faraid, pajak, atau keabsahan kepemilikan. Hasilnya hanya peta rembug agar keluarga tahu apa yang perlu ditata sebelum mengambil keputusan.

Prinsip Waris Rukun

  • Rukun luwih becik tinimbang menang dhewe: keputusan waris sebaiknya menjaga hubungan keluarga.
  • Terang dokumen: harta, utang, dan bukti kepemilikan perlu dibuka sebelum pembagian.
  • Ora grusa-grusu: jangan menjual atau membagi aset ketika keluarga masih panas.
  • Sing ringkih direksa: anak kecil, pasangan yang ditinggal, orang tua sepuh, dan keluarga sakit perlu dijaga.
  • Wasiat sah, hukum agama, dan hukum negara harus dihormati.
  • Kesepakatan baik perlu ditulis, disaksikan, dan bila perlu dilegalkan.

Hasil Petung Waris bukan nasihat hukum, bukan fatwa agama, bukan keputusan notaris/PPAT, bukan nasihat pajak, dan bukan nasihat finansial. Untuk pembagian waris nyata, ikuti hukum dan agama yang berlaku, dokumen sah, musyawarah keluarga, serta pendampingan tokoh agama, notaris/PPAT, pengacara, atau ahli terkait.